klasifikasi dan deskripsi tanaman genjer

Genjer (Limnocharis flava) merupakan tanaman terna, tumbuh di rawa atau kolam berlumpur yang banyak airnya. Konon asalnya dari Amerika, terutama bagian negara beriklim tropis. Selain daunnya, bunga genjer muda juga enak dijadikan masakan. Genjer cocok diolah menjadi tumisan, lalap, pecel, campuran gado-gado atau dibuat sayur bobor. Biasanya ditemukan bersama-sama dengan eceng gondok. Genjer adalah sumber sayuran "orang miskin", yang dimakan orang desa apabila tidak ada sayuran lain yang dapat dipanen. Dalam bahasa internasional dikenal sebagai limnocharis, sawah-flower rush, sawah-lettuce, velvetleaf, yellow bur-head, atau cebolla de chucho. Tumbuhan ini tumbuh di permukaan perairan atau akarnya masuk ke dalam lumpur, tumbuhan tahunan; rimpang tebal dan tegak, tinggi tumbuhan dapat mencapai setengah meter; daun tegak atau miring, tidak mengapung, tangkainya panjang dan berlubang, helainya bervariasi bentuknya; mahkota bunga berwarna kuning dengan diameter 1.5cm, kelopak bunga hijau.

Klasifikasi Genjer (Limnocharis flava)
Regnum         : Plantae
Divisi            : Magnoliophyta
Anak divisi     : Angiospermae
Classis           : Monocotyledonae
Ordo             : Alismatales
Familia          : Limnocharitaceae
Genus            : Limnocharis
Spesies          : Limnocharis flava 

klasifikasi tanaman genjer
Limnocharis flava
Image source :www.natureloveyou.sg

Deskripsi Morfologi Tanaman Genjer (Limnocharis flava)
1. Deskripsi Daun Genjer
Daun merupakan salah satu bagian tumbuhan yang penting, dan pada umumnya setiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Daun ini hanya terdapat pada batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain dari tumbuhan. Bagian batang dimana daun itu melekat disebut dengan buku-buku (nodus).
Daun biasanya tipis, melebar, kaya akan suatu zat warna hijau yang dinamakan klorofil, oleh karena itu daun biasanya kebanyakan berwarna hijau, dan dari ciri umum itu memang sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh-tumbuhan, yaitu sebagai:
  1. Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi). Terutama yang berupa zat gas (CO2) 
  2. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi) 
  3. Penguapan air (transpirasi) 
  4. Pernafasan (respirasi)
Daun memiliki beberapa bagian, seperti :
  1. Upih daun atau pelepah daun (vagina) 
  2. Tangkai daun (petiolus) 
  3. Helaian daun (lamina)
Daun yang mempunyai bagian-bagian tersebut termasuk pada kategori daun yang lengkap. Tumbuhan yang mempunyai daun lengkap tidak begitu banyak jenisnya. Kekan tumbuhan mempunyai daun yang kehilangan salah satu diantara daun lengkap itu, dan daun yang seperti itu dinamakan dengan daun tidak lengkap. 

Tanaman genjer (Limocharis flava) merupakan tanaman yang mempunyai daun yang termasuk kategori daun lengkap. Karena daun genjer mempunyai ketiga bagian-bagian daun itu. Jadi berdasarkan kelengkapan daun, tanaman genjer ini termasuk pada daun lengkap. Pada tanaman ini tidak ditemukan daun tambahan, dan jumlah helaian daun tanaman ini termasuk pada kategori daun tunggal (folium simplex). Berdasarkan susunan tulang daun, tanaman genjer memiliki tulang daun yang melengkung yaitu daun yang susunan tulang daunnya melengkung. Bagian daun terlebar pada genjer terletak pada bagian tengah helaian daun. Ujung distal helai daun (apex) meruncing (acuminatus). Tunggal, roset akar, bertangkai persegi, lunak, panjang 15-25 cm, helai daun lonjong, ujung meruncing pangkal tumpul, tepj rata, panjang 5-50 cm, lebar 4 25 cm, pertulangan sejajar, hijau.

2. Deskripsi Batang dan Akar Genjer
a. Batang Genjer
Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang sangat penting, dan mengingat peranan atau kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan dapat disamakan dengan subu tubuh tumbuhan. Sebagai bagian tubuh tumbuhan, batang mempunyai tugas untuk :
  1. Mendukung bagian-bagian tumbuhan yang ada diatas tanah.
  2. Dengan percabangannya memperluas bidang asimilasi, dan menempatkan bagian-bagian tumbuhandi dalam ruang sedemikian rupa, hingga dari segi kepentingan tumbuhan bagian-bagian tadi terdapat dalam posisi yang paling menguntungkan.
  3. Jalan pengangkutan air dan zat-zat makanan dari bawah ke atas dan jalan pengangkutan hasil-hasil asimilasi dari atas ke bawah.
  4. Menjadi tempat penimbunan zat-zat makanan cadangan.
Berdasarkan ada tidaknya batang, tumbuhan genjer ini termasuk pada tumbuhan berbatang jelas, karena batangnya terlihat dengan jelas. Berbeda dengan acaulis, selain tidak terlihat batangnya biasanya acaulis letak daun-daunnya sangat merapat. Berdasarkan sifat batang genjer termasuk pada batang basah (herba), karena batang ini biasanya mengandung air, tidak berkayu dan berwarna hijau. Batang tanaman genjer berbentuk bundar (globosus). Berdasarkan arah batang di atas tanah genjer memiiki batang yang tegak (erectus) dengan berarah tegak lurus ke atas.

b. Akar Genjer
Akar adalah bagian pokok yang nomor tiga (disamping batang dan daun) bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus. Bagi tumbuhan, akar mempunyai tugas untuk:
  1. Memperkuat berdirinya tumbuhan 
  2. Untuk menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut di dalam air tadi dari dalam tanah. 
  3. Mengangkut air dan zat-zat makanan tadi ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan. 
  4. Kadang-kadang sebagai tempat untuk penimbunan makanan.
Tumbuhan genjer ini biasa hidup di air, sawah ataupun rawa-rawa. Apabila dilihat tanaman ini mempunyai akar serabut. Akar lembaga dari tanaman ini dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang. Akar-akar ini karena bukan berasal dari calon akar yang asli yang dinamakan akar liar, bentuknya seperti serabut, oleh karena itu dinamakan akar serabut (radix adventicia).

3.    Deskripsi Bunga Genjer
Bunga merupakan alat untuk mempertahankan generasi dari suatu tumbuhan, dan biasa disebut dengan alat perkembangbiakan (organum reproductivum). Genjer memiliki bunga yang mempunyai sifat seperti daun. Berdasarkan kelengkapan bunga, genjer memiliki bunga yang lengkap, karena di situ semua daun bunga seperti kelopak, mahkota, benang sari dan putik terdapat pada bunga genjer. Pada suatu tumbuhan ada kalanya hanya terdapat satu bunga saja, tetapi umumnya pada suatu tumbuhan dapat ditemukan banyak bunga. Tumbuhan yang hanya menghasilkan satu bunga saja dinamakan tumbuhan berbunga tunggal (plantauniflora) sedang lainnya tumbuhan berbunga banyak (planta multiflora). Jika suatu tumbuhan hanya mempunyai satu bunga saja, biasanya bunga itu terdapat pada ujung batang, jika bunganya banyak, sebagian bunga-bunga tadi terdapat pada ketiak-ketiak daun dan sebagian pada ujung batang atau cabang-cabang.
Berdasarkan pada letaknya, bunga pada tanaman genjer ini terdapat di ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaries). Majemuk, bentuk payung, di ketiak daun, terdiri dari 3-15 kuntum, tangkai panjang 15-25 cm, hijau, kelopak lepas, bentuk kuku, hijau, benang sari 3, tangkaj putik kuning, kepala putik bulat, mahkota lepas, ujung melengkung ke dalam, kuning.


4. Deskripsi Buah dan Biji Genjer
Jika penyerbukan pada bunga telah terjadi dan kemudian diikuti pula oleh pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah, dan bakal biji yang terdapat di dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji. Buah yang berasal hanya dari bakal buah disebur dengan buah sejati, dan jika terdapat jaringan tambahan lain yang menyusun buah maka disebut buah semu. Pada tumbuhan genjer buah yang dimiliki tidak akan mengalami perkembangan dengan berdaging, makanya buah dari tanaman genjer ini termasuk pada buah semu.
Biji berkembang dari bakal biji yang dibuahi. Biji merupakan alat perkembangbiakan yang utama, karena pada biji mengandung calom tumbuhan baru (tembaga). Biji dari genjer berbentuk bulat, kecil, dan berwarna hitam.

5. Kandungan Kimia Tanaman Genjer
Mempunyai kandungan serat yang tinggi, sehingga ketika dimakan genjer memiliki rasa yang enak. Genjer kaya akan unsur gizi. Setiap 100 g genjer mengandung energi 39 kkal, protein 1.7 g, karbohidrat 7.7 g, kalsium 62 mg, fosfor 33 mg dan zat besi 2.1 mg. Sayuran ini juga kaya akan serat yang baik untuk menjaga saluran sistem pencernaan. Jika rajin mengkonsumsi sayuran ini, dipercaya kanker kolon dan sembelit akan jauh. Tapi dati tanaman genjer ini tidak mempunyai kandungan yang begitu mencolok, tidak banyak orang yang mencari-cari tanaman genjer.
Daun dan bunga Limnocharis flava mengandung kardenolin, di samping itu daunnya juga mengandung flavonoida dan polifenol.

6. Manfaat Tanaman Genjer
Tanaman genjer sering sekali orang menganggapnya sebagai tanaman pengganggu, dan banyak dikesampingkan oleh orang. Bahkan banyak anggapan bahwa tanaman ini hanya dikonsumsi oleh masyarakat rendah. Alias makanan orang susah. Tanaman ini sering tumbuh di daerah rawa-rawa ataupun di daerah pesawahan. Anggapan orang itu tidak harus semuanya dipercayai, sebagai seorang biologiwan kita harus lebih menelitinya lagi benarkah tanaman ini demikian? Karena tanaman ini kaya akan serat, maka genjer ini baik dikonsumsi oleh orang yang susah buang air besar, sehabis makan genjer sebaiknya kita makan Pepaya masak, sebab Pepaya termasuk juga bahan yang berguna memperlancar buang air besar, karena kalau kita mencampur keduanya biasanya buang air besar kita menjadi lancar dan tidak perlu lagi makan obat untuk memperlancar BAB kita.
Daun dan bunga Umnocharis flava berkhasiat sebagaj penambah nafsu makan. Untuk penambah nafsu makan dipakai ± 15 gram daun segar Limnocharis flava, dicuci dan dikukus sampai setengah matang lalu dimakan sebagai lalapan.

Title : klasifikasi dan deskripsi tanaman genjer
Description : Genjer ( Limnocharis flava ) merupakan tanaman terna, tumbuh di rawa atau kolam berlumpur yang banyak airnya. Konon asalnya dari Amerika...

0 Response to "klasifikasi dan deskripsi tanaman genjer"

Post a Comment

Panduan berkomentar :
1. Berkomentarlah sesuai topik artikel
2. Dilarang komentar SPAM
3. Check list notify me untuk mendapat pemberitahuan balasan komentar anda

berlangganan artikel via email